“Sunggo kitu te” adalah kata-kata dalam bahasa Belitong yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti “Sungguh pun begitu”..
Biasanya kata-kata ini digunakan untuk “mempertentangkan” dua buah kalimat. Bisa juga menjadi kata-kata sambung antata dua buah kalimat yang artinya berlawanan.
Di dalam bahasa Belitong, penggunaan kata-kata “sunggo kitu te” yang paling saya “sukai” adalah ketika untuk menunjukkan bahwa dibalik banyaknya kekurangan seseorang, dia masih mungkin mempunyai sisi baik.
Contoh: Seseorang itu galak, tapi dia tidak pelit.
Die to garang benar la. Tapi “sunggo kitu te” dak seraka.
Jika kita melihat yang tampak dari seseorang hanyalah kekurangannya atau hanyalah sifat buruknya, mungkin yang salah adalah diri kita sendiri.
Mungkin kita terlalu benci terhadap orang itu sehingga kita tidak bisa berlaku adil terhadap dia.
Like a moon, everybody may be has their dark side.
like a moon, it “never show” its dark side to earth.
And like a moon, its dark side never be a threat to earth..
The dark side of moon never try to stab earth from behind.
Like a moon, everybody may be has their dark side.
The most important is how they suppres that..