Ada adek kelas saya yang ngasih teka-teki “bagaimana membalik telapak tangan tanpa memutar telapak tangan” di grup FB alumni SMA. Awalnya saya mencoba berusaha “menjawab sendiri”, mengkhayal, berpikir ini itu. Teman-teman yang lain juga berusaha menjawabnya. Ehh ternyata jawabannya walau benar tetapi kurang tepat karena bukan itu yang dia mau. Akhirnya terpaksa keluar trik tahun 2000an, yaaaa GOOGLING The Quiz Answer….

Pertama saya cari pakai keyword  bahasa Indonesia “membalikkan telapak tangan tanpa memutar telapak tangan” gak ketemu. Saya bolak balik susunan katanya gak ketemu juga. Tiba-tiba saya melihat ada saran keyword dalam bahasa Inggris terjemahan dari keyword bahasa Indonesia tadi. Keywordnya “turning the palm of the hand without turning the wrist”.  Setelah saya klik huaaaahaha ternyata hasilnya makin hancuuur. Akhirnya keywordnya saya utak-atik menjadi “how to turn hand palm without turn wrist”. Aha keluar hasil pencariannya, banyak… Saya klik hasil pencarian yang hampir paling atas  karena itu yang saya kira bisa memberi jawaban.. Ternyata benar, hasil pencarian itu berasal dari suatu thread di forum dimana thread starternya membahas mengapa dia tidak bisa meniru trik seorang pesulap yang membalikkan telapak tangan tanpa memutar pergelangan tangan. Dia juga memberikan link video yang menunjukkan bagaimana pesulap tadi mempertontonkan trik tadi… Dan ternyata cara tadilah yang dianggap tepat oleh adek kelas tersebut hehe…

Di era Internet seperti ini, googling memang sudah menjadi suatu kebiasaan bagi kita saat mencari suatu informasi dll. Disatu sisi itu membantu mempercepat proses. Tapi disisi lain, kebanyakan googling bisa membuat kita “kurang berpikir” karena apa? Karena terbiasa googling membuat kita “hanya butuh berpikir untuk sampai pada taraf menemukan keyword yang tepat”. Setelah itu biarkan dia (google) yang berpikir dan bekerja.

Atau saya mengibaratkan misalkan kita menghadapi sebuah dinding yang dibalik dinding itu adalah yang kita cari. Ada banyak cara untuk “melewati” dinding itu salah satunya pintu bernama “google”. Yang kita butuhkan hanya anak kunci (keyword) yang tepat untuk membuka pintu tersebut dan sampailah kita ke hal kita cari. Oke itu cara yang cepat apalagi dijaman sekarang yang dibutuhkan cepat dan tepat. Tapi terlalu banyak menggunakan Pintu Google tersebut bisa membuat kita menjadi “tumpul”. Bagaimana jika di dinding tersebut tidak ada pintu bernama google, sedangkan pikiran kita sudah ‘terlatih dan ter-setting” untuk menggunakan google?? Bisa-bisa dindingnya gak terlewati :))

 

 

Ada yang mau ke Pulau Belitong?? Pulau yang terkenal dengan Laskar Pelangi dan Keindahan Pantainya..

Silahkan Cek:

Untuk paket 4D-3N (4 hari 3 malam) bisa dilihat di postingan: Promo Travelling Wisata Murah ke Belitung 4D-3N 4 Hari 3 Malam

Untuk paket 3D-2N (3 hari 2 malam) bisa dilihat di postingan: Promo Travelling Wisata Murah ke Belitung 3D-2N 3 Hari 2 Malam

Untuk paket 2D-1N (2 hari 1 malam) bisa dilihat di postingan: Promo Travelling Wisata Murah ke Belitung 2D-1N 2 Hari 1 Malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s